Minggu, 07 Desember 2014

TERLALU DINI

Assalamualaikum Wr Wb...

Apa kabar Nusantara,Saudara/Saudari paca calon istri dan suami,para calon pemimpin-pemimpin negeri ini, dari pada yang baca cerita ini Puji dan syukur tentunya kita panjatkan kepada TUHAN YME,atas nikmat dan rizki yang selama ini kita nikmati, berbagai BLOG ,lain juga Cerita,lain orang lain juga pikirannya,bersyukur...berbahagia..berduka..bercerita,tentu pernah di alamai setiap manusia yang sudah beranjak dewasa,tak terkecuali kamu dan aku,ciee....:),cerita ini cerita tentang NIKAH USIA MUDA,sebenarnya nikah usia muda itu bukan jaman sekarang,tapi sudah ada sejak jaman penjajahan(jaman dulu),bedanya,kalo nikah jaman dulu hamilnya sesudah menikah,dan kalo jaman sekarang hamilnya sebelum menikah (katanya si kecelakaan bisa juga di sebut bunuh diri nafsu....hayo ngaku?)coba kita tengok jaman dulu,ibu-ibu jaman dulu bisa mempunyai 3-12 anak semasa hidupnya,bisa juga lebih,tau kenapa?karena jaman dulu usia-usia dini sudah menikah tapi nikahnya itu bertanggung jawab,mungkin karena kepepet perang kali,mungkin saja dari umur 15 th itu rata2 sudah MENIKAH,nah...kalo jaman sekarang,masih sekolah hamil duluan,baru punya anak satu itu juga di gugurkan tanpa ada perasaan belas kasian,mungkin saja karena dulu bikinnya bertiga,yang satu syet.....skip,jangan di lanjut,sedikit cerita saja tentang teman-temanku sampai sahabatku,dari yang cowok sampai yang cewek,dari yang ABG sampai yang GEDE,kita tidak bisa menghindar kenyataan di dunia ini,apa yang pernah kita lihat sampai merasakannya,melihat kehidupan seseorang yang minim akan iman dan kebijakan,seseorang yang tidak berbijak akan selalu mendukung temannya walao teman itu salah,tapi teman yang berpijak akan mengambil langkah-langkahnya terdahulu sebelum mengambil keputusan itu,iman dan ikhlas adalah salah satu senjata kehidupan manusia,tapi tidak semua manusia itu menggunakan senjata itu,senjata itu tidak mahal,bahkan tidak bisa di bayar dengan uang,senjata itu ada pada setiap manusia,tapi tak semua manusia menggunakannya,sangat bodoh memang kalo tidak menggunakannya,karena itu salah satu senjata kita yang di berikan pada TUHAN,cenderung manusia lebih memilih senjata pilihannya sendiri untuk menentukan pilihannya, kebanyakan senjata itu nafsu,padahal tak semua bisa di kendalikan dengan senjata nafsu,karena nafsu itu serakah,berbagai kita lihat teman-teman di sekitar yang cenderung menikmati hidup di dunia ini,dengan nafsu tanpa berpikir ulang akan ada kehidupan setelah kehidupan ini,saya heran pada teman yang berpikir pendek dalam hidup ini,padahal mereka tidak sadar kalo kesenangan ini hanya sesaat saja,banyak memang teman aku yang hidupnya masa bodoh,seperti kerja,makan2 SAJA,krokok,minum-minuman keras,bahkan sampai perempuan,mereka tidak sadar apa yang sedang di perbuatnya,mereka tidak sadar di saat melakukannya,mereka buta saat orang lain menegurnya,itulah seseorang tanpa berpikir panjang tapi asal melakukannya,contoh saja pada temanku yang pada wktu itu baru usia 15th,sebut saja namanya DURI,usia yang masih segar buat masa belajar tentunya,tapi itu tidak terpikirkan olehnya,duri yang hidupnya hanya bekerja dan bekerja tidak mengenal tuhannya sampai ibadahnya,miris memang mendengarnya tapi itu kenyatannya,beberapa kali aku menegurnya dia hanya tersenyum dengan bibir manisnya,tampan itu rupanya putih itu kulitnya,banyak memang wanita-wanita yang tertarik dengannya karena yang rupawan wajahnya,gak tau sampai kapan dia kembali ke jalan yang benar,baik si memang orangnya,tapi itu kurang ahlaknya,bukannya manusia itu bisa di bilang baik kalo ahlaknya sudah baik,duri
tdk jahat orangya,bahkan dia bertanggung jawab sama istrinya,walao kadang dia suka jajan di luar rumahnya,pada akhirnya duri memutuskan untuk menikah di usia yang sangat mudah,karena menghamili kekasih gelapnya di luar nikah,duripun sebenarnya kebingungan karena dia tdk cinta pada wanita yg di hamilinya,hingga pada akhirnya banyak pihak yang menuntutnya,pada akhirnya penghulupun tiba dan nikah jadi sah,sah...?sah,hingga umur 30an duri masih tetep seperti umur 15than,berarti dia sudah menyi-nyiakan waktu itu lima belas tahun ,sangat di sayangkan memang baginya,seandainya saja selama lima belas tahun itu dia gunakan untuk hal yang baik-baik pasti dia tidak seperti sekarang ini,yang selalu ada masalah di dalam keluarganya ataupun karirnya,duri bekerja selalu tergantung pada temanya,baik itu teman dekat atapun teman biasa,duri selalu mengatakan pada saya untuk tidak terburu-buru menikah,padahal sebernya aku sudah pingin:),kenapa?karena dia merasa sudah salah dalam hidupnya dia selalu mengatakan gini,hidup itu susah,coba dulu tidak nikah muda,tidak terikat sama keluarga,bodoh sekali memang,sudah di kasih keluarga,istri dan anak tetep saja dia menyesal,di mana dia bersyukurnya,itulah perkataan yang selalu di ucapkan dari duri,walapun aku bukan temen baiknya tetep saja aku selalu memikirkannya,karena bagaimanapun dia tetep temen saya,sudah lama saya ingin menyadarkannya dari jalan ke semula yaitu jalan yang di ridhoi allah,pernah aku mencoba tapi gagal,sampai saat ini saya masih mengatur rencana untuk menyadarkannya agar dia bisa kembali bersama keluarga yang utuh,iman yang utuh dan ahklak yang baik..AMIN YA ROBAL ALAMIN